Hari ini gue bahagia
banget.gue tau gue nggak seharusnya berharap banyak.karena tidak ada kepastian
untuk itu.namun gue bener-bener seneng banget.setidaknya ada respon positif
darinya.itu yang gue rasain.Gue ngerasa deket sama dia,mungkin karena dia telah
membuka sedikit celah untuk gue menuju hatinya.sejujurnya gue nggak ingin
berharap banyak.karena tentu,gue udah kapok terluka.
Namun masih banyak
keganjalan di hati gue.bukan bermaksud mendahului Tuhan.hanya
saja,semua terasa
masih samar.tidak ada titik terang untuk memperlihat sedikit petunjuk.apa gue
harus maju,atau mundur mengejar cintanya ?
Ada banyak
kemungkinan tentunya.termasuk kemungkinan terpahit,jika ternyata dia tidak memiliki
perasaan apapun ke gue.atau dia hanya memberi harapan dan mempermainkan
perasaan gue.atau juga dia telah memiliki seorang kekasih yang lebih segala2nya
dari gue.gue sadar,gue tidak terlalu cocok untuknya.dalam hal keagamaan,gue
nggak ada apa2nya.gue juga sadar dan memahami sesuatu,bahwa lelaki yang baik hanya
untuk wanita yang baik.dan gue bukan salah satu dari wanita yang baik itu.
Well,gue nggak
seburuk itu.setidaknya gue nggak melanggar norma apapun.kesalahan terbesar gue
adalah ketidakkonsistenan gue mengabdi kepada Tuhan.gue nggak mematuhi semua
perintahNya,namun gue selalu berusaha untuk menjauhi laranganNya.
Gue akui gue bukanlah
hamba yang baik.karena meminta ampunan dalam doa,dan bersyukur saat menutup
mata,tetap tidak cukup untuk membayar semua dosa dan kesalahan gue di masa
lalu.dan haruskah gue meminta untuk mengizinkan gue bersatu dengan pria yang
gue cinta ?pantaskah permohonan itu gue panjatkan ?
Dan saat gue telah
menyadari semua ini,akankah harapan gue tersampaikan ?gue sadar,tidak cukup
hanya menyadari,tidak cukup hanya berubah,banyak hal yang harus gue lakuin
untuk menebus semua kesalahan gue.banyak hal yang harus gue ikhlaskan untuk
menerima sesuatu dariNya.
Gue berada dalam
genggaman takdir,yang tentu pemilik takdir itu ialah Tuhan.yah,dalam
kebahagiaan,masih terselip kekhawatiran.dalam kebahagiaan,masih tersirat beribu
pertanyaan.harapan itu berbanding lurus dengan masa depan.tidak ada
kepastian.yang pasti hanya ada sebuah kemungkinan.
Well,sejujurnya gue
nggak mau terjebak dalam hal semacam ini.maksud gue tentang cinta.meskipun
kini,gue harus mengakui bahwa gue telah masuk dalam jebakan itu.cinta ternyata
mampu mengabrak abrik segalanya.kekuatan yang terlahir dari cinta bukanlah
kekuatan biasa.semacam ada keistimewaan tersendiri.namun keistimewaan itu bukan
diberikan atau di dapat.tapi itu telah ada di dalam cinta itu sendiri.kemurnian
dan ketulusan.
Dan bagaimana gue
bisa lari darinya,sedang di hati gue,ada sebuah perasaan istimewa yang semakin
memuncak.dimana mata,hati,jiwa dan raga selalu menuju ke arahnya.gue nggak bisa
berpaling apalagi bertolak membelakanginya.gue nggak bisa membohongi perasaan
gue sendiri.karena meskipun gue menyembunyikannya,cinta itu terus terpancar
dari mata gue.
Pantaskah aku
berharap memilkinya ?tidak harus sekarang,tidak harus saat ini.aku rela
menunggu,jika dia memang ditakdirkan untukku.aku meyakini sesuatu,bahwa apa
yang menjadi takdirku,akan datang padaku suatu saat nanti.
Dan dengan tidak
adanya kepastian ini,mungkin satu satunya pilihan hanyalah menunggu.harapan
?yah,gue akan terus berharap.sampai dia sendiri yang menghancurkan harapan
itu,atau menjamahnya dengan cinta yang tulus,memeliharanya dan menjaganya untuk
tetap hidup.
Dan satu hal
lagi,jika sesuatu terjadi padaku sebelum sempat mengungkapkannya.jika waktu
merenggutku karena terlalu lama menunggunya.sambutlah harapanku,meski untuk
wanita yang lain.dan jika Tuhan mengizinkan,pertemukanlah aku dengannya,bukan
untuk memaksanya mencintaiku,hanya untuk memastikan bahwa dia bahagia dengan
yang lain.
Terlalu berlebihankah
perasaan ini ?hingga tak sedetikpun aku melupakannya.tidak ada waktu yang
terlewatkan tanpa merindukannya.dan apakah aku harus menyerah,jika nanti
kenyataannya adalah dia tak mencintaiku.dan apakah aku siap,untuk menerima
semua keputusan Tuhan ?
Aku hanya manusia
biasa,sulit bagiku untuk mengiklaskan seseorang yang sangat aku
cintai.bagaimana aku bisa membiarkannya pergi ?saat ikatan itu terjalin erat di
hatiku ?
Entahlah,kini hanya
waktu yang menjawab segalanya.jika kemungkinan terpahit itu harus ku
jalani,tentu aku harus mengobatinya lagi.mungkin akan sulit,tapi jika aku
pernah berhasil sembuh dari luka hatiku terdahulu,kenapa tidak jika nanti luka
itu harus tergores lagi ?
Hahaha,lucu memang
saat berusaha memahami perasaan ini.di hati dengan tegas berkata iya.namun otak
meragukannya,memberikan kemungkinan2,yang itupun benar.tak bisa terbantahkan
jika perdebatan antara hati dan otak itu benar2 mengacaukan semua.seseorang
mengatakan hati tidak pernah salah.namun logika membenarkan kemungkinan yang
dipaparkan si otak.harus berpihak pada yang mana ?saat hati dan otak
berlawanan,namun keduanya sama2 benar.
Hmm,baiklah.jika aku
tidak mempunyai kekuatan dan keberanian untuk mengungkapkan kepadanya.aku akan
mengungkapkannya di sini.karena hatiku terlalu penuh untuk menambah sebuah
rahasia lagi.aku mencintaimu,di setiap waktu,aku merindukanmu,prince.aku tidak
tau bagaimana aku harus mengatakannya.sebahagian besar hatiku telah menjadi
milikmu.hanya kamu,prince.meski aku melirik seribu lelaki setelahmu,tatapan
mataku tetap akan berakhir padamu.banyak hal yang tersirat di hatiku hanya
untukmu.dan jika aku tidak menghentikannya,aku akan memenuhi semua lembaran
hanya untuk menguraikan isi hatiku.hentikanlah ini,katakan tidak jika aku tak
berarti untukmu.jangan pernah membisu.jujur lebih baik,meski akhirnya aku harus
terluka.
- Google Buzz
- Orkut
- Stumbleupon
- Delicious
- Bitacoras
0 komentar:
Post a Comment
Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan..
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang atau Berjualan..
- Bagi Komentar yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam..
Selamat Berkomentar :)