Masih Celoteh Hati..



Hari ini gue bahagia banget.gue tau gue nggak seharusnya berharap banyak.karena tidak ada kepastian untuk itu.namun gue bener-bener seneng banget.setidaknya ada respon positif darinya.itu yang gue rasain.Gue ngerasa deket sama dia,mungkin karena dia telah membuka sedikit celah untuk gue menuju hatinya.sejujurnya gue nggak ingin berharap banyak.karena tentu,gue udah kapok terluka.
Namun masih banyak keganjalan di hati gue.bukan bermaksud mendahului Tuhan.hanya
saja,semua terasa masih samar.tidak ada titik terang untuk memperlihat sedikit petunjuk.apa gue harus maju,atau mundur mengejar cintanya ?
Ada banyak kemungkinan tentunya.termasuk kemungkinan terpahit,jika ternyata dia tidak memiliki perasaan apapun ke gue.atau dia hanya memberi harapan dan mempermainkan perasaan gue.atau juga dia telah memiliki seorang kekasih yang lebih segala2nya dari gue.gue sadar,gue tidak terlalu cocok untuknya.dalam hal keagamaan,gue nggak ada apa2nya.gue juga sadar dan memahami sesuatu,bahwa lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik.dan gue bukan salah satu dari wanita yang baik itu.
Well,gue nggak seburuk itu.setidaknya gue nggak melanggar norma apapun.kesalahan terbesar gue adalah ketidakkonsistenan gue mengabdi kepada Tuhan.gue nggak mematuhi semua perintahNya,namun gue selalu berusaha untuk menjauhi laranganNya.
Gue akui gue bukanlah hamba yang baik.karena meminta ampunan dalam doa,dan bersyukur saat menutup mata,tetap tidak cukup untuk membayar semua dosa dan kesalahan gue di masa lalu.dan haruskah gue meminta untuk mengizinkan gue bersatu dengan pria yang gue cinta ?pantaskah permohonan itu gue panjatkan ?
Dan saat gue telah menyadari semua ini,akankah harapan gue tersampaikan ?gue sadar,tidak cukup hanya menyadari,tidak cukup hanya berubah,banyak hal yang harus gue lakuin untuk menebus semua kesalahan gue.banyak hal yang harus gue ikhlaskan untuk menerima sesuatu dariNya.
Gue berada dalam genggaman takdir,yang tentu pemilik takdir itu ialah Tuhan.yah,dalam kebahagiaan,masih terselip kekhawatiran.dalam kebahagiaan,masih tersirat beribu pertanyaan.harapan itu berbanding lurus dengan masa depan.tidak ada kepastian.yang pasti hanya ada sebuah kemungkinan.
Well,sejujurnya gue nggak mau terjebak dalam hal semacam ini.maksud gue tentang cinta.meskipun kini,gue harus mengakui bahwa gue telah masuk dalam jebakan itu.cinta ternyata mampu mengabrak abrik segalanya.kekuatan yang terlahir dari cinta bukanlah kekuatan biasa.semacam ada keistimewaan tersendiri.namun keistimewaan itu bukan diberikan atau di dapat.tapi itu telah ada di dalam cinta itu sendiri.kemurnian dan ketulusan.
Dan bagaimana gue bisa lari darinya,sedang di hati gue,ada sebuah perasaan istimewa yang semakin memuncak.dimana mata,hati,jiwa dan raga selalu menuju ke arahnya.gue nggak bisa berpaling apalagi bertolak membelakanginya.gue nggak bisa membohongi perasaan gue sendiri.karena meskipun gue menyembunyikannya,cinta itu terus terpancar dari mata gue.
Pantaskah aku berharap memilkinya ?tidak harus sekarang,tidak harus saat ini.aku rela menunggu,jika dia memang ditakdirkan untukku.aku meyakini sesuatu,bahwa apa yang menjadi takdirku,akan datang padaku suatu saat nanti.
Dan dengan tidak adanya kepastian ini,mungkin satu satunya pilihan hanyalah menunggu.harapan ?yah,gue akan terus berharap.sampai dia sendiri yang menghancurkan harapan itu,atau menjamahnya dengan cinta yang tulus,memeliharanya dan menjaganya untuk tetap hidup.
Dan satu hal lagi,jika sesuatu terjadi padaku sebelum sempat mengungkapkannya.jika waktu merenggutku karena terlalu lama menunggunya.sambutlah harapanku,meski untuk wanita yang lain.dan jika Tuhan mengizinkan,pertemukanlah aku dengannya,bukan untuk memaksanya mencintaiku,hanya untuk memastikan bahwa dia bahagia dengan yang lain.
Terlalu berlebihankah perasaan ini ?hingga tak sedetikpun aku melupakannya.tidak ada waktu yang terlewatkan tanpa merindukannya.dan apakah aku harus menyerah,jika nanti kenyataannya adalah dia tak mencintaiku.dan apakah aku siap,untuk menerima semua keputusan Tuhan ?
Aku hanya manusia biasa,sulit bagiku untuk mengiklaskan seseorang yang sangat aku cintai.bagaimana aku bisa membiarkannya pergi ?saat ikatan itu terjalin erat di hatiku ?
Entahlah,kini hanya waktu yang menjawab segalanya.jika kemungkinan terpahit itu harus ku jalani,tentu aku harus mengobatinya lagi.mungkin akan sulit,tapi jika aku pernah berhasil sembuh dari luka hatiku terdahulu,kenapa tidak jika nanti luka itu harus tergores lagi ?
Hahaha,lucu memang saat berusaha memahami perasaan ini.di hati dengan tegas berkata iya.namun otak meragukannya,memberikan kemungkinan2,yang itupun benar.tak bisa terbantahkan jika perdebatan antara hati dan otak itu benar2 mengacaukan semua.seseorang mengatakan hati tidak pernah salah.namun logika membenarkan kemungkinan yang dipaparkan si otak.harus berpihak pada yang mana ?saat hati dan otak berlawanan,namun keduanya sama2 benar.
Hmm,baiklah.jika aku tidak mempunyai kekuatan dan keberanian untuk mengungkapkan kepadanya.aku akan mengungkapkannya di sini.karena hatiku terlalu penuh untuk menambah sebuah rahasia lagi.aku mencintaimu,di setiap waktu,aku merindukanmu,prince.aku tidak tau bagaimana aku harus mengatakannya.sebahagian besar hatiku telah menjadi milikmu.hanya kamu,prince.meski aku melirik seribu lelaki setelahmu,tatapan mataku tetap akan berakhir padamu.banyak hal yang tersirat di hatiku hanya untukmu.dan jika aku tidak menghentikannya,aku akan memenuhi semua lembaran hanya untuk menguraikan isi hatiku.hentikanlah ini,katakan tidak jika aku tak berarti untukmu.jangan pernah membisu.jujur lebih baik,meski akhirnya aku harus terluka.

0 komentar:

Post a Comment

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan..
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang atau Berjualan..
- Bagi Komentar yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam..
Selamat Berkomentar :)