Racunmu untuk Hatiku.

Aku tak pernah membayangkan dia sebelumnya.Tidak sekalipun.Bahkan setelah menatapnya beberapa waktu yang lalu.Namun takdir tak pernah bisa kutebak.Dan kini,ia dengan beraninya menyayat hatiku,bersimbah darah hingga mati.Air mata tak pernah bisa ku tahan saat mengingatnya.Dan kepadanya,cintaku berlabuh.


"Biar ija aja yang beli airnya kak.." Tawarku pada salah satu senior di sekolah itu.
Aku memang bukan siswa dari SMA Jaya Madya.Namun organisasi Pramuka membuatku lebih nyaman di tempat itu.Aku kembali dengan membawa beberapa air mineral dalam kantong plastik
berwarna hitam.Lalu membagikannya kepada junior dan seniorku.Aku mendekati salah seorang senior itu dan duduk di sampingnya.Membuka tutup botol lalu meneguknya beberapa kali.Tiba-tiba pandanganku terhenti pada seseorang,yang tidak pernah kulihat sebelumnya.

"Siapa dia,kak ?"Tanyaku pada kak Delon.
Oh ya,di dalam pramuka,laki-laki dan perempuan semua dipanggil kakak.baik yang tua maupun yang muda.seperti kata kakak pembinaku waktu di SMP yang juga guru Kewarganegaraanku.
"kakak merasa senang saat melatih kalian,bukan hanya karena kalian bersemangat,tapi karena kakak merasa jauh lebih muda saat bersama kalian,apalagi saat kalian memanggil kakak,rasanya hanya dua tahun diatas kalian.."yang membuat kami tertawa geli ketika itu.
kak delon menatap lelaki itu,lalu menatapku.
"oh,dia anggota pramuka juga ja,seangkatan dengan kamu."jawab kak delon menjelaskan.
aku menatapnya lalu mengangguk pelan.
"tapi kok ija nggak pernah liat dia ya kak ?"tanyaku lagi.
"ya itu karena dia jarang sekali latihan.kami memaklumi karena rumahnya sangat jauh dari sini."balas kak delon.
selepas itu aku tak mempedulikannyalagi.aku bertanya memang karena dia tak pernah kulihat sebelumnya.
beberapa waktu setelah itu,Mitha.temanku di SMA Pertiwi bercerita tentang seseorang padaku.dia sedang dekat dengan seorang cowok,anggota pramuka di SMA Jaya Madya.dia terlihat sangat bahagia dan dia bilang lelaki itu sangat tampan.dia menunjukan fotonya yang dia ambil dari facebook.Satria Arnanda.aku melihatnya dengan seksama.aku rasa aku pernah melihatnya.tinggi,putih,dan tampan.yah,dia adalah pria yang sama dengan yang aku lihat di SMA Jaya Madya."oh ternyata namanya Satria Arnanda,nama yang bagus."kataku dalam hati.
setelah itu Mitha bercerita banyak tentangnya.dan seolah baru sadar bahwa aku juga anggota pramuka.
"oh iya,loe kan juga anak pramuka,ja.masa loe nggak kenal dia ?lagian itu kan sekolah kakak loe dan loe sering ke sana kan ?"mitha mencecar pertanyaan padaku.
"iya memang.tapi gue nggak kenal dia."jawabku jujur.aku tidak berbohong,aku tidak tau apapun tentangnya.bagaimana bisa aku mengatakan bahwa aku mengenalnya ?
tak lama setelah itu,nomor tak dikenal tampil dilayar ponselku.sebuah panggilan.tanpa berpikir panjang aku menjawab telfon itu.
"ya halo.ini siapa ?"basa basi seperti itu selalu ku ucapkan dengan lembut.
"aku Satria,anggota pramuka dari SMA Jaya Madya.kamu ingat aku ?"jawab orang tersebut di balik telfon.
"hmm..iya.ngomong-ngomong ada perlu apa ya ?"tanyaku penasaran
"tidak,tidak ada.aku cuma pengen ngobrol."balasannya yang ku dengar sedikit gugup.
obrolan itu tak berlangsung lama karena aku mencari alasan untuk mengakhirinya.meski kata terakhir yang ia ucapkan sedikit mengganjal dipikiranku."mungkin kita akan bertemu lagi."well,aku tidak berniat untuk itu,meski kemungkinannya sangat besar.
dan benar saja,aku dan dia sering bertemu.namun tak banyak bicara.yah,tentu hanya sekedar basa
basi.
bukannya ge-er,tapi aku merasa dia terlihat aneh saat bersamaku.bahkan salah tingkah.
sekarang dia sering menelfonku.dan entah kenapa akupun mulai nyaman dengannya.bukan karena dia tampan.tapi dia sangat baik padaku,perhatian dan pedulinya yang begitu besar.
kamipun sering belajar bersama di rumahku.dan suatu ketika,saat telah bosan belajar,kami bercerita banyak hal.ia menatapku dalam,lalu turun dari kursi dan berlutut di lantai.aku terdiam melihat sikapnya itu."mau apa dia ?"tanyaku dalam hati yang saat itu masih duduk di kursi.
dia menarik tanganku dan menciumnya.aku kaget setengah mati mendapatkan perlakuan seperti itu.
"Qwinza,aku sayang kamu,aku cinta sama kamu.kamu mau nggak jadi pacar aku ?"pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya.tanpa memikirkan betapa shoknya aku atas kejadian itu.
"a..aku..aku mau kok.kalau kamu bener-bener serius sama aku."aku menjawab itu dalam sadarku.
"aku serius,sangat serius,aku sayang banget sama kamu."katanya yang perlahan mendekatiku lalu mencium keningku.aku hanya tersenyum,berusaha mengartikan keadaan ini.aku tidak pernah melewati ini sebelumnya.
setelah itu aku dibuat bak ratu olehnya.dia sangat memanjakanku dan memperlihatkan betapa dia mencintaiku.hatiku benar-benar luluh karenanya.dia telah membawa seluruh hidupku kedalam dunianya.hanya aku dan dia.jiwa dan rasa kami saling menyatu.terjalin penuh kasih.hingga suatu ketika,dia mengabaikanku,untuk pertama kalinya.aku hanya bisa menangis,aku tidak bisa marah ataupun benci padanya.hatiku telah menjadi miliknya dan aku begitu lemah karena cintaku padanya.aku bahkan tak bisa melawannya saat beberapa kali ia mendekatiku,membelaiku,dan dengan buasnya menciumiku.aku tak tau kenapa dia berubah.sangat berubah.bahkan dia mulai kasar padaku dan membentakku.hingga akhirnya dia memutuskanku.seminggu saat Ujian Nasional akan di gelar.dia memberiku racun pada saat-saat terpenting dalam hidupku.membuatku rapuh,hancur,bahkan ingin mati.
tanpanya,aku merasa kehilangan nyawa.aku terpuruk dalam kesedihan.bahkan saat UN pun,aku hanya mengharapkan keberuntungan untuk nilaiku.
tak lama setelah itu aku melihatnya dengan seorang wanita,Mitha.mereka terlihat sangat bahagia.meski terluka,hancur bahkan menjadi mayat hidup tanpanya,aku berusaha keras membangun hidupku lagi.tanpa cinta dan jujur,dia telah meninggalkan trauma yang begitu besar padaku,hingga aku enggan untuk jatuh cinta.

THE END

0 komentar:

Post a Comment

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan..
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang atau Berjualan..
- Bagi Komentar yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam..
Selamat Berkomentar :)