Harapan Cinta Seorang Muslimah..

Aku menatap kitab suci itu,ayat-ayatNya terangkai indah.menjadi obat paling mujarab atas segala penyakit.seperti penyakitku ini.itulah sebabnya aku begitu bersemangat melakukan kembali kewajiban itu,yang telah lama aku tinggalkan.
Aku menutup Alquran dan mengucapkan Alhamdulillah.bersyukur atas segalanya.terutama pada kesempatan yang masih Dia berikan.kesempatan yang dulunya ku abaikan,panggilan yang tak ku dengarkan.


Yah,kegelisahan itu kembali membunuhku,ketenangan jiwa yang terusik,membuat hariku menjadi gelap.hingga kini semakin memuncak.itulah sebabnya aku meminta pertolonganNya.memohon agar memberikan ketenangan itu kepadaku.
Aku tidak berniat untuk menghentikan ini.sujud yang selalu aku rindukan.aku tidak akan meninggalkannya lagi.
Sekilas wajah itu membayangiku,"Ya Allah,akankah aku berdosa jika memikirkannya ?apakah orang sepertiku pantas merindukannya ?".aku menunduk,menyadari betapa buruknya diriku.bagaimana bisa aku mengharapkannya ?
Aku yakin Allah SWT tidak akan mengizinkan hamba terbaiknya untuk hidup bersamaku.pikiran negatif itu tak bisa ku singkirkan.hanya itu cara yang ku punya untuk melupakannya dan membunuhnya dari hatiku.
Hari itu adalah hari yang berat untukku.aku tak bisa menahan diri atas cinta itu.aku terlalu lemah untuk mengendalikannya.
"Ada apa Kenza..?" tanya della memecah lamunanku.Della adalah sahabatku di kampus.dia sangat peduli padaku dan mendukungku apapun yang terjadi.itulah sebabnya aku memanggilnya sahabat.
"Oh tidak della,aku hanya sedikit pusing." jawabku berbohong.yah aku sangat tau itu adalah sebuah dosa.tapi aku tidak ingin siapapun tau tentang perasaanku.
"Ya udah istirahat aja.." balas della sambil melempar senyum manis.
aku membalas senyumnya lalu menyadari ruangan kelas itu sudah kosong.
"Eh,kemana yang lain ?".tanyaku heran.
Della tak bisa menahan tawa sampai matanya berlinang air mata.aku pun tertawa kecil.meski aku tak tau apa yang della tertawakan.
"Jadi,dari tadi kamu kemana aja kenza..?" tanya della setelah tawanya mereda.
Wajahku memerah.aku malu sekali mengakui bahwa hanya ragaku yang berada di tempat itu.namun pikiranku melayang entah kemana.mungkin saja mengikuti langkah pangeran itu.
"Ya sudah,ayo ke masjid.sudah waktunya untuk shalat."ajak della begitu bersemangat.
Sesampai di masjid,mataku berkeliaran.mencari sesosok pria."itu dia.."hatiku meloncat saat melihatnya.hanya disana aku bisa menemukannya.tentu karena hanya itu tempat yang sering ia kunjungi.aku tersenyum manis.meski ia sama sekali tak melihatku.
Sepotong tangan memegang bahuku.
"Ya Tuhan..della,kamu bikin aku kaget aja." kataku yang saat itu mulai berjalan menuju tempat wudhu.
"Jangan terus melihatnya.."kata della sambil tersenyum.
"Hmm..aku tidak...."
"Jangan lagi." kata della memotong kalimatku."jangan lagi berbohong.aku tau semuanya.tak sengaja aku mendengar saat kamu berdoa,menyebut nama seseorang yang aku kenal.."
Mukaku memerah.
"Del,maaf,bukannya aku.."
"Udah lah." della memotong lagi."kita shalat dulu dan setelah itu jelaskan semua padaku."kata della mendahului langkahku.
Benar saja,selesai shalat dia menagih semuanya.well,bukan hutang.tapi memaksaku menceritakan semua.mulai dari ketika aku menyukainya,hingga aku begitu tergila-gila padanya.aku menceritakan semua yang aku rasa  pada della.well,tidak apa-apa jika seseorang tau tentang ini.apalagi dia adalah della.aku sedikit lega,mungkin karena itulah terkadang seseorang dibutuhkan untuk berbagi.
Della mengangguk,yang menyatakan ia mengerti atas pembicaraanku.
"Begitulah kalau insan sedang jatuh cinta.." kalimat yang kemudian meluncur dari mulutnya.
"trus aku harus gimana del..?" tanyaku bingung.
Sebagai seorang muslimah,banyak hal yang harus aku jaga.banyak batasan yang tak bisa ku lewati.ada jarak yang tak bisa ku lampaui.dan kini,saat cinta melanda,sulit bagiku untuk mengendalikannya.
"Kalau untuk hal ini aku nggak bisa banyak berkomentar,ini sangat sensitif.dimana saat kita salah melangkah sedikit saja,kita akan jatuh ke jurang neraka."kata della menjelaskan."tapi teruslah berdoa dan jaga perasaanmu.percayalah,Allah akan memberikan keputusan terbaik untukmu."lanjutnya.
Aku mengerti,tak ada yang bisa aku lakukan.mendekatinya ? itu hal yang mustahil bagiku.menyatakan cinta ? apalagi,aku tak segila itu.
Yah,seperti kata della.aku hanya bisa berdoa.bukan untuk memaksa Tuhan menjadikannya milikku.tidak,aku tidak akan memaksakan takdir untuk berpihak padaku.biarlah aku menjaga cinta ini tanpa mengusiknya.karena jika dia adalah takdirku,dia akan datang padaku suatu saat nanti.
Keyakinan itu selalu ku jaga.hingga kini,meski waktu tak memberiku banyak kesempatan untuk melihatnya.Tapi aku bahagia,saat sesekali mendengar suara merdunya melantunkan ayat suci.terindah lagi saat ia mengumandangkan azan.aku berharap ia akan menjadi imamku suatu hari nanti,berdiri di depanku,dan membawaku menuju surgaNya.

0 komentar:

Post a Comment

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan..
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang atau Berjualan..
- Bagi Komentar yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam..
Selamat Berkomentar :)