Again..

Hy guys..lama tak berjumpa,segudang kesibukan memisahkan kita beberapa bulan terakhir.ada sebuah kisah yang pengen aku share.but,i don't know..aku tidak tau harus memulai darimana.oke,mari kita coba..

di awal semester 2,ada beberapa mahasiswa tambahan di kelas aku,mereka memang baru mendaftar dan mata kuliah semester 1 harus mereka kejar.kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai polisi.maklumlah,di kampus aku,di setiap waktu dan setiap orang bisa belajar.senin sampai dengan jumat,pagi,sore,malam,kelas sabtu minggu.yah,di semua waktu dan semua usia,bahkan rambutnya yang memutihpun masih diberi kesempatan untuk belajar :D

Well,awalnya semua berjalan seperti biasa,hanya perlu beradaptasi lagi bagi orang" baru itu.waktu terus berjalan,seperti yang ku duga,tidak ada yang spesial,tidak ada yang berbeda.hanya saja perkuliahan terasa membosankan.


di pertengahan semester 3 tiba" aku melirik seseorang.orang yang biasa tentunya.meski banyak di antara mereka yang meng-Agungkan profesi.tapi bukan sebab itu aku meliriknya.dia orang yang berbeda.yang tak satupun darinya ada pada orang lain.

aku mulai menyadari itu setelah sekian lama waktu berjalan.dia seorang hamba yang sholeh.bahkan di saat merdunya azan masih berkumandang,dia segera meninggalkan ruangan kelas untuk ke masjid.well aku akui,hanya ada sekitar 40 % orang seperti itu.tepat pada waktunya.bahkan ia mencuri waktu sedikit untuk terlebih dahulu menghadapNya.

awalnya aku hanya kagum.tak banyak ku temui lelaki seperti itu.yang seakan akan begitu merinduNya.sehingga tidak ada waktu baginya untuk menunggu.tanpa aku sadari,aku terus memperhatikannya.bagaimana ia berkomunikasi dengan orang lain.bagaimana ia menjaga jarak dengan wanita.dan ia semakin bijak di mataku.

tentunya aku tidak ingin ada yang tau tentang perasaanku.meskipun telah beribu kali aku tegaskan bahwa mencintai bukanlah suatu dosa.namun tetap saja,aku tidak bisa memperlihatkan apa yang aku rasakan.

aku terus memendamnya.meski di beberapa waktu aku sempat kecolongan,maksudku,saat aku memandangnya,ia juga tengah melempar pandangan padaku.yaa meskipun hanya dalam hitungan detik,tapi aku malu sekali,malu dan takut ia tau aku kagum padanya.

sejak saat itu aku berusaha bersikap seperti biasa,tak lagi sering meliriknya.selagi aku masih dalam kesadaran.aku akan menahan untuk tak melihatnya.seberapa besarpun pesonanya bagiku.aku harus menjaga sikap.

ujian akhir semesterpun berlangsung.aku tidak tau keberuntungan atau bencana apa yang aku dapatkan hari itu.ia tiba tiba saja duduk di sampingku.ingin rasanya aku menjauh darinya.karena aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku jika keadaaan itu menyita waktu yang lama.oh Tuhan,mungkin saja keadaan yg buruk akan terjadi.

aku lihat semua kursi sudah penuh.tak ada tempat bagiku untuk melarikan diri darinya.aku tak bisa berpikir apa".otakku membaku.well,mungkin saja ia tak bermaksud apa".itu hanya kebetulan kursi di sebelahku sedang kosong.tapi oh My God.secepat detak jantungku,secepat itu juga beribu doa ku sampaikan padaNya.aku tidak ingin lemah karenanya.aku tidak ingin ia tau tentang perasaanku.aku memohon agar Tuhan memberiku kekuatan.setidaknya sampai ujian ini selesai.

well,dengan terpaksa aku harus berdiam diri di tempat itu.aku harus memacu kekuatan untuk menjaga hati,mata dan segala hal yang akan mengantarkanku pada dosa.karena jika aku tergelincir sedikit saja,mulut neraka tengah terbuka menantiku untuk jatuh.

aku hanya bisa menunduk,dan semampuku menganggap ia tak di sampingku.meski akhirnya,suaranya membuat kekacauan pada diriku."hmm,tinggal dimana cy ?"spontan aku kaget,namun bagaimanapun keadaanku saat itu,aku harus tetap menjaga sikap.dengan berusaha santai aku menjawab seperlunya.

oh tak ada kata lagi yang ia sambung setelah itu.meski sebuah lemparan aneh terpancar dari wajahnya.yang aku tidak sadar ketika itu aku tengah meliriknya.aku mengucap istighfar dalam hati beribu kali.aku tidak menyangka aku sebodoh itu..

beberapa waktu setelah itu,ia kembali membuat suasana tak sedap di hatiku.entah ia tau atau tidak,bahwa aku ingin sekali ia menjauh dariku saat ini.agar,yah apapun rasa itu,tidak semakin memuncak.

terserah,ia mempunyai perasaan yg sama atau tidak padaku.aku tidak peduli tentang itu.dan aku tidak ingin tau.yang pasti adalah semakin ia mendekat,semakin sulit aku melepaskan diri darinya.kenapa dia tidak mengerti itu ?jika ia menjauh,setidaknya aku bisa menjaga hatiku,dan tentu aku tidak akan mengusiknya.dan aku tidak berniat untuk itu,apalagi untuk masuk ke dalam kehidupannya.

yah dengan izin Tuhan tentunya,dan mungkin juga dengan dorongan doa yang terus aku sampaikan padaNya.keadaan akhir" ini mulai membaik.tidak ada lagi tegur dan sapa.yah,tentu hanya sekedarnya.satu hal yang aku ingin.aku tidak ingin memikirkannya dan untuk rasa,yah apapun namanya,selama kehadirannya tidak mengusikku,aku tidak keberatan untuk memeliharanya di dalam hati.aku yakin Tuhan mempunyai jawaban atas apa yang terjadi padaku saat ini.terlepas dari apapun jawaban Tuhan nanti,aku pastikan itu yang terbaik.

yaah,terlalu banyak bercerita yang tak ada artinya ternyata membuat lelah juga :D well,setidaknya aku menjadi lega,karena tidak mungkin rasanya aku bercerita tentang hal ini pada orang lain.thanks my blog :),kalau nggak ada loe,mungkin buku buku gue bakalan penuh dengan coretan seperti ini ^_^

0 komentar:

Post a Comment

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan..
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang atau Berjualan..
- Bagi Komentar yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam..
Selamat Berkomentar :)