Destiny of Love..


Ini adalah hari dimana sebuah memory indah terjaya kembali.pertama kali waktu mempertontonkan kisah lama.detak jarum jam memecah ingatanku tentangnya.dia adalah pangeranku di dunia nyata.meski kisah itu tidak sempurna,karena aku telah mengkhianatinya.aku memacari lima pria ketika itu.dan saat itu,yang terlintas di pikiranku hanyalah aku ingin dicintai banyak orang.kesetiaan ?itu adalah dongeng bagiku.
Hubungan itu berantakan saat salah satu pacarku tau bahwa aku adalah seorang playgirl.dia marah besar dan mengumpat padaku."aku mencintaimu,tapi kenapa kau tak setia padaku ?lima orang sekaligus ?dimana hatimu?apakah kau punya hati ?wanita macam apa kau ?tak puaskah kau hanya memiliki satu cinta ?" aku hanya terdiam saat itu,aku tak bisa membela diri.aku tau itu murni kesalahanku.sebut saja namanya wawan,yah aku tau wawan sangat mencintaiku.ia selalu menunjukkan rasa itu melalui perkataannya dan perlakuannya kepadaku.dan aku tau aku telah mengecewakannya.
wawan berhenti berceloteh,ia menatapku,tatapan kekecewaan.dan terlihat jelas air bening mulai berkumpul di lingkaran mata indahnya.satu persatu air itu mulai menetes.hatiku terenyuh.aku merasa menjadi wanita paling kejam di dunia ini.aku memalingkan wajahku,aku tak sanggup melihat air mata itu.dengan suara tertahan wawan berkata padaku."akhirilah hubunganmu dengan empat pacarmu yang lain.cintailah hanya satu pria dan milikilah hanya satu cinta.pilihlah yang menurutmu bisa membahagiakanmu."
aku masih diam,mencari celah dimana aku bisa lari dari kenyataan ini.kenyataan yang sama sekali tak pernah terlintas dibenakku akan seperti ini.aku pacaran hanya untuk menghibur diri.siapapun yang bisa membuatku tersenyum bahagia,you can to be my boyfriend.
"kenapa kau diam ?sejak kapan kau mulai membisu?setelah semua yang kau lakukan,kau hanya bisa diam ?" pernyataan wawan begitu menyudutkanku.ia tak tau yang sebenarnya,yang ia tau hanyalah apa yang ia lihat dengan mata lahirnya."oke,aku akan memilih,tapi yang pasti orang itu bukan kamu,wan..!!"jawabku ketus.aku memalingkan wajahku dan melangkah pergi.
kecewa,marah.sedih..semua rasa itu sedang berkumpul di jiwanya.namun aku tak peduli.aku tak ingin mempedulikan itu.
ketika sampai di rumah.aku langsung menuju kamar dan menghempaskan badanku di ranjang."dasar bodoh,tak bisakah kau menganggap ini sebuah permainan ? yang jika kau nikmati akan menjadi sebuah kebahagiaan.kenapa kau terlalu serius menanggapi hubungan ini wan ?kita masih SMA,dimana kita diberi kebebasan untuk memuaskan diri kita.pikiranmu terlalu jauh wan."aku berceloteh sendiri,aku merasa kesal pada keadaan ini.
kini aku dan wawan sudah tak bertegur sapa.seolah tak saling mengenal satu sama lain.dan aku tak menyangka dia begitu marah padaku.kini aku begitu sepi,karena dari lima orang pacarku itu,wawan lah yang selalu peduli padaku,dia begitu memanjakanku.apapun yang aku inginkan,selalu di penuhinya..
jauh dari yang aku bayangkan,wawan ternyata masih mencintaiku.Rita,sahabatku yang juga kenal dekat dengan wawan,ia menceritakan semuanya padaku.wawan masih memperhatikanku dari jarak jauh,ia masih peduli padaku.
suatu hari aku dan rita pergi ke sebuah cafe untuk sekedar minum dan merefresh diri.sedang asyik bercerita,wawan hadir di tengah tengah kami.ia menatapku dan tersenyum.aku tak tau harus apa.harus membalas senyumnya yang sudah lama tak ku lihat dan ku nikmati ?atau diam seribu bahasa karena aku tau aku telah melakukan kesalahan besar padanya.
saat itu aku masih diam.ia mendekatiku dan duduk persis disampingku."hai,apakah kau merindukanku ?" bisiknya di telingaku.entah kenapa aku merasa sedih,air mataku menetes perlahan mendengar kalimat itu.apakah ini mimpi ?seseorang yang tulus mencintaiku,lalu aku hancurkan hatinya,dan kini di saat aku kehilangan dia,di saat aku begitu membutuhkan dia,dia datang padaku,tersenyum manis dan bertanya apakah aku merindukannya ?
melihat itu ia mengusap air mataku."jangan menangis,aku tak ingin melihat itu."katanya dengan suara yang lembut.
bukannya berhenti,air mataku malah semakin banjir membasahi wajahku..ia memelukku,dan berkata "aku mencintaimu,dan aku ingin selalu bersamamu.bisakah kita mengulang cerita indah yang sempat terhenti itu ?"aku tersenyum dan mengangguk pelan.aku sadar aku juga mencintainya,karena disaat ia pergi,aku merasa sepi,sangat sepi,aku kehilangan dia,sosok yang selalu ada untukku.
tapi kini,waktu telah menjawab semuanya.apa yang ditakdirkan untukku akan datang padaku,bahkan tanpa aku meminta dan memaksa Tuhan mengembalikannya.cintaku telah berlabuh dihatinya,begitupun ia.seperti jiwa yang kembali pada penciptaNya.seperti itulah cintaku yang telah menemukan tempat berdiamnya.tak hanya untuk sementara,bahkan batu nisanpun takkan mampu memisahkannya.

0 komentar:

Post a Comment

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan..
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang atau Berjualan..
- Bagi Komentar yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam..
Selamat Berkomentar :)