Pergimu Berkahku Masa Lalu..



Pergimu Berkahku Masa Lalu..

Siang itu cuaca memang agak mendung,rintik rintik hujanpun mengiringi kedatangannya kerumahku,sebut saja namanya putra,belum lama ini kami memutuskan untuk menjalin kisah cinta bersama.setelah duduk aku
mengambilkan segelas teh hangat untuknya,saat itu aku memang sendirian di rumah karena keluargaku sedang bekerja.tapi kami tidak melakukan apapun selain belajar karena dalam hitungan minggu kami akan menghadapi berbagai ujian.saat ini kami sedang duduk di bangku SMA kelas 3.

saat aku kembali membawa segelas teh hangat,aku lihat putra sudah membuka buku dan contoh soal yang akan kami pelajari.aku duduk berhadapan dengannya untuk menghindari pikiran negatif dari  tetanggaku.aku juga membuka pintu depan agar kalau ada orang yang lewat mereka bisa melihat kami sedang belajar.

namun beberapa menit kemudian hujan turun dengan lebatnya bersamaan dengan hembusan angin yang begitu kencang.secepatnya aku menutup pintu agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.aku sedikit risih dengan keadaan itu karena selain kami berduaan di dalam rumah,pintu yang tertutup dan cuaca yg gelap karena hujan tentu saja membuatku tidak nyaman,aku takut tetanggaku berpikiran buruk tentang kami,tapi mau bagaimana lagi,suka tidak suka aku memang harus melakukan itu.

” maaf ya put pintunya aku tutup,soalnya kalau nggak ditutup air hujan akan masuk ke dalam rumah.”kataku yang saat itu kembali duduk di depannya.
“nggak apa kok cy.”jawabnya memahami situasi saat itu.
“yuk belajar lagi,”
aku mulai membuka buku dan contoh soal yang sudah ada di atas meja ruang tamu itu.putra pun juga melakukan hal yang sama.
“kita belajar fisika aja dulu ya,soalnya aku kurang mengerti dengan pelajaran ini.”kataku mulai mengawali diskusi.
“owh oke,bagian mana yang tidak kamu mengerti ?”tanyanya sambil tersenyum padaku.

selama berdiskusi dia selalu mengelipkan lelucon yang membuat aku tertawa dan tidak bosan  belajar.namun keadaan itu tetap tidak mampu menutupi ketidaknyamananku karena putra terus saja menatapku dengan pandangan yang penuh arti.aku semakin tidak PD dibuatnya.

tak lama setelah itu hujan pun mulai reda,aku memanfaatkan situasi ini untuk menyuruh putra pulang yang tentunya dengan cara halus.
“eh hujannya udah reda tu,sebaiknya kamu pulang sekarang supaya nanti nggak kehujanan.belajarnya kita sambung besok aja.”
“hmm,baiklah.”jawabnya singkat sambil membereskan buku dan contoh soal miliknya.
“aku pulang dulu ya,love u.”katanya sambil mencium keningku
aku kaget setengah mati karena dia begitu lancang menciumku.memang kami sudah cukup lama pacaran tapi karena kesibukan sekolah kami jadi jarang bertemu.dan inilah pertama kalinya dia berani melakukan itu.biasanya ketika bertemu dia hanya memegang tanganku dan mengatakan dia mencintaiku.
“hey,kok diam aja ?”katanya memecahkan lamunanku.
“eh sorry,hati hati ya,jangan ngebut bawa motornya.”kataku mencoba memberi perhatian padanya.
“iya sayang.”jawabnya sambil tersenyum padaku.
lalu ia pun pergi..

aku kembali masuk ke rumah dengan perasaan yang bercampur aduk.sedih karena dia begitu lancang menciumku,senang bila ciuman itu artinya dia benar benar mencintaiku.dan khawatir jika Tuhan tidak merestui cinta kami yang menimbulkan dosa.

aku berbaring di ranjang.menatap kelangit langit kamarku.aku mencintai putra,benar benar mencintainya.tapi kenapa hatiku meragukan perasaannya.hampir setiap malam aku bertanya pada diriku,apakah dia benar benar mencintaiku dengan tulus ?aku yang berparas standar dengan kehidupan ekonomi yang lemah.
Namun meski keraguan menyelimuti hatiku,aku tetap memperlihatkan bahwa aku mencintainya dan tidak ada masalah apa apa dengannya.sejak kemaren belajar bersama,putra jadi sering ke rumah dan kami juga sering jalan bareng.kenangan indah pun mewarnai hari hariku bersamanya.kini rasa cinta itu semakin besar dan besar lagi.hingga aku tak ingin melepasnya pergi dari hidupku.

beberapa hari sebelum Ujian Akhir,sebuah peristiwa yang mengejutkan pun terjadi.putra tiba tiba saja mengatakan bahwa tali cinta kami cukup sampai disini.aku shok mendengarnya,tak ada angin tak ada hujan dia memutuskan tali cinta itu.tidak ada masalah diantara kami,bahkan menurutku akhir akhir ini kami lebih dekat dari sebelumnya.tentu aku tidak menerima begitu saja.
“kok putus ?emang salah aku apa ?”tanyaku penuh keheranan.
“kamu nggak salah kok,aku cuma mau fokus ujian aja.”jawabnya dengan nada tak bersalah
“iya aku juga gitu tapi kita kan nggak harus putus ?”kataku yang masih keheranan
“ya pokoknya mulai dari sekarang kita putus.kalau kita jodoh kita bakal tetap bersatu kok,dan kalau emang kamu tulang rusuk aku,kamu akan kembali padaku.”lalu dia pergi begitu saja meninggalkanku sendiri.

jujur saja,saat melihat langkah kakinya mulai menjauhi aku,tetesan air mata membasahi wajahku.bagaimana bisa aku menerima keputusan sepihak seperti ini ?bahkan tanpa aku melakukan kesalahan dia dengan mudahnya meninggalkanku.

aku pergi meningggalkan tempat itu.aku tidak ingin dia tau aku masih disana menangisi kepergiannya.sesampai dirumah,aku tak kuasa menahan air mataku.bendungan nya tak cukup kuat menampung kesedihan yang kini menyelimutiku.ini bukan karena aku tak sanggup hidup tanpanya,tapi karena rasa cintaku yang terlanjur besar.ditambah lagi dengan  ketidaksiapanku menerima kepergiannya.
saat itu aku benar benar rapuh,hampir setiap malam aku menangisi kenyataan yang belum bisa aku terima.

kenangan itu kembali muncul diingatanku.saat kami berdua pergi ke area perkemahan,hujan deras menemani kami,hingga aku dan dia berhenti di sebuah mesjid sekitar area perkemahan,melihat aku yang kedinginan,dia membuka jaketnya dan membalutkannya ke tubuhku,aku tersenyum padanya sambil menyandarkan kepalaku dibahunya.dan juga saat dia rela mengantarkanku ke sekolah,lalu menjemputku,makan bersama.semua kenangan itu semakin membuatku rapuh.

sore itu hujan deras kembali menyapaku.aku yang berada di dalam rumah segera keluar menyambut air bening itu.aku berdiri tegak membiarkan tubuhku basah kuyup.petir pun mulai memberikan cahaya menakutkannya,namun aku tak peduli.aku tetap berdiri di sela sela hujan itu.sambil mengangkat kepalaku ke atas,aku berdoa dalam hatiku.
“tuhan,engkau tau saat ini aku sedang rapuh dalam cobaanmu,aku tidak menyalahkanmu atas luka yang menderaku.hanya saja saat ini aku tidak cukup kuat menerima semua ini,aku mencintainya tuhan.aku benar benar mencintainya,tapi jika menurutmu kepergiannya adalah yang terbaik ,aku mohon,aku sangat memohon kuatkan aku,ikhlaskan aku melepas yang bukan milikku tuhan.dan kini,bersama perginya air hujan dari tubuhku,bawa pergi juga kesedihanku,bawa pergi juga lukaku tuhan”

Dalam derasnya hujan itu aku menangis,melepaskan semua beban kepedihan yang menguasaiku.aku benar benar rapuh saat itu.bagaimana tidak,disaat cintaku sedang mekar dia malah menyiram cinta itu dengan racun.
Setelah itu aku kembali ke rumah,mengambil handuk dan mengeringkan badanku.kini aku lebih lega dari sebelumnya,mungkin karena perlahan hatiku sudah mulai merelakannya.aku kembali ke kamar,ku ambil guling dan berbaring.aku tersenyum dalam hatiku ku berkata “put,aku tidak pernah membencimu,aku hanya sedikit kecewa dengan keputusanmu,aku tidak akan berharap bahwa karma akan menimpamu,karena aku tidak pernah ingin melihatmu terluka.kini aku akan belajar ikhlas melepasmu.melepas manusia terindah yang pernah kumiliki.”lalu aku memejamkan mata membiarkan perasaanku protes pada apa yang ku katakan tadi.tak lama kemudian aku tertidur.
Entah kenapa,putra pun hadir di mimpiku,saat itu aku dan teman teman ku sedang asyik bercerita,lalu dia datang dan berbisik pada salah seorang temanku.entah apa yang dibicarakannya.tak lama setelah ia berdiri dan pergi.aku menatapnya dalam,berharap ia melihatku.tapi seakan tak peduli,ia terus melangkah pergi.ketika itu aku menunduk.menyabarkan hatiku yang tergores luka.ketika aku mengangkat wajahku untuk melihatnya lagi,dia sudah berdiri dihadapanku.dia tersenyum padaku.membelai lembut kepalaku dan berkata “maaf,aku harus pergi.jangan tunggu aku karena aku tidak akan kembali.”air mata membasahi wajahku.apa yang ia katakan tadi bagaikan petir yang menyambar hatiku.
Saat itu ia melangkah pergi meninggalkanku.aku terus menangis.air mata ini seakan tak mampu ku tahan..dalam hati aku berkata “benarkah aku harus melepasmu ?jika benar kau lebih bahagia tanpa aku.aku akan membiarkanmu pergi.”
Ketika berbicara seperti itu aku terbangun.aku merasa mimpi itu seperti nyata.dan mungkin memang itulah keinganannya, untuk pergi dariku.
Aku yang saat itu sedang Ujian Nasional mencoba untuk tetap semangat,tersenyum dan bahagia tanpa dia.hingga kini aku masih sendiri,satu tahun adalah waktu yang singkat untuk belajar melupakannya..untuk membiasakan diri bernafas tanpanya..dan saat ini aku memilih sendiri..karena itulah yang membuatku nyaman..aku tak berkecil hati,kesendirian ini membuatku lebih dekat denganNya..lebih menyadari kehadiranNya di hidupku..yaaahh..pergimu berkahku masa lalu,karena kepergianmu itu mengantarkanku pada jalan yang lebih baik..
The End

0 komentar:

Post a Comment

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan..
- Tidak Diperbolehkan Mempromosikan Barang atau Berjualan..
- Bagi Komentar yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam..
Selamat Berkomentar :)